Sumber Iman

B. Menguji Sumber

Sumber keimanan tersebut perlu diuji kebenarannya, apakah berasal dari Elohim/Ilah yang seharusnya kita sembah atau Elohim/Ilah lain yang tidak boleh kita sembah? Didalam sumber iman umat Kristen, yaitu Kitab Suci, memperbolehkan kita untuk menguji kebenaran bahwa Kitab Suci itu berasal dari Elohim yang kita sembah. Ada tertulis: “… ujilah Aku, Firman YHWH semesta alam, apakah …”(Mal 3:10) “JanjiMu sangat teruji, dan hambaMu mencintainya.”(Mzm 119:140)

  • Apakah yang akan kita uji? Yang akan kita uji adalah: Apakah benar Kitab Suci sebagai sumber iman kita itu berasal dari Tuhan?
  • Bagaimana mengujinya? Mengujinya berdasarkan petunjuk dari Tuhan.
  • Bagaimana petunjuk Tuhan itu? Tuhan memberi petunjuk cara mengujinya yaitu bahwa Firman Tuhan itu semua terjadi, semua sampai dan semua digenapi, seperti ada tertulis: “Jika kamu berkata dalam hatimu: Bagaimana kita mengetahui perkataan yang tidak difirmankan YHWH? Apabila seorang nabi berkata demi nama YHWH dan perkataan itu tidak terjadi dan tidak sampai, maka itulah perkataan yang tidak difirmankan YHWH.”(Ul 18:21,22) Jadi semua Firman Tuhan itu terjadi dan sampai.

Firman Tuhan sebelum terjadi disebut nubuat, dan didalam Kitab Suci terdapat sekitar 6000 nubuatan. Sebagian besar dari nubuatan tersebut telah digenapi, dan sebagian kecil belum digenapi. Nubuat yang telah digenapi misalnya: Kelahiran dan kenabian Yeshua. Nubuat yang sedang digenapi misalnya: Kembalinya bangsa Yisrael ke tanah perjanjian. Dan nubuat yang belum digenpai: Kedatangan Yeshua yang kedua kalinya. Lalu bagaimana dengan Firman Tuhan yang bukan nubuat? Firman Tuhan yang bukan nubuat adalah Firman Tuhan yang melatar belakangi nubuat-nubuat tersebut.

Kesimpulan:

Bukti bahwa Kitab Suci itu Firman Tuhan adalah bahwa nubuat-nubuat yang tertulis didalamnya semua digenapi, semua terjadi dan semuanya sampai. Diseluruh dunia telah terbit milyaran buku, tetapi hanya Kitab Sucilah yang memuat nubuatan Tuhan. Salah satu nubuat yang ditulis ribuan tahun yang lalu oleh Mose, seperti ada tertulis: “Maka Tuhan Elohimmu, akan memulihkan keadaanmu dan akan menyayangi engkau. Ia akan mengumpulkan engkau kembali dari segala bangsa, kemana YHWH, Elohimmu, telah menyerakkan engkau”(Ul 30:3), tentang pemulihan dan pengembalian bangsa Yisrael ke tanah perjanjian, baru digenapi pada abad ke 20 yang baru lalu. Suatu penulisan yang sangat mustahil dapat dilakukan oleh kemampuan manusia. Hanya oleh kempampuan Sang Pencipta sendiri semua itu dapat terjadi. Dengan demikian kita dapat menyimpulkan bahwa Sang Pencipta itu ada.

Dan Tuhan punya maksud memberikan nubuat kepada kita, yaitu supaya kita, manusia ciptaanNya menjadi percaya kepadaNya, bahwa Dia ada, bahwa Dia itu menepati janjiNya. Karena semua janjiNya digenapi, sampai dan terjadi, dan dapat disaksikan oleh manusia dengan mata kepala mereka sendiri. Maksud dan tujuan nubuatan ini juga dipertegas oleh Adonai Yeshua, seperti ada tertulis: “Dan sekarang juga Aku mengatakannya kepadamu sebelum hal itu terjadi, supaya kamu menjadi percaya apabila hal itu terjadi.”(Yoh 14:29)

Nubuatan tentang kembalinya bangsa Israel ke tanah perjanjian diulangi oleh Yeremia, seperti ada tertulis: “Sebab sesungguhnya, waktunya akan datang, demikianlah firman YHWH, bahwa Aku akan memulihkan keadaan umatKu Israel dan Yehuda -Firman YHWH- dan Aku akan mengembalikan mereka ke negeri yang telah Kuberikan kepada nenek moyang mereka, dan mereka akan memilikinya.”(Yer 30:3) Dan nubuatan tersebut diperlengkapi lagi dengan apa yang dituliskan oleh Zefanya: “Pada waktu itu Aku akan membawa kamu pulang, yakni pada waktu Aku mengumpulkan kamu, sebab Aku mau membuat kamu menjadi kenamaan dan kepujian diantara segala bangsa di bumi dengan memulihkan keadaanmu didepan mata mereka,” firman YHWH(Zef 3:20) Semua telah dinubuatkan dan tertulis didalam Kitab Suci, sedang penggenapannya dapat kita saksikan pada zaman sekarang ini.

2000 tahun yang lalu mereka membunuh Yeshua dan mendapat pembalasan dari Adonai YHWH(Zak 13:7-9) diserakkan keseluruh penjuru dunia. Setelah mereka diuji selama 2000 tahun, mereka dikembalikan ke tanah nenek moyang mereka. Mereka berbondong-bondong kembali ke Tanah Perjanjian mulai tahun 1917 dan memproklamasikan berdirinya negara Israel pada tahun 1948. Sementara mereka kembali ke Tanah Perjanjian, mereka akan menerima curahan Roh pengasihan dari YHWH, dan mereka akan memandang Yeshua, meratapi Yeshua dan menangisi Yeshua, seperti tersebut didalam nubuatan Tuhan yang dituliskan oleh Zakharia: “Aku akan mencurahkan Roh pengasihan dan Roh permohonan atas keluarga Dawid dan penduduk Yerusalem, dan mereka akan memandang kepada Dia yang telah mereka tikam, dan meratapi Dia seperti orang meratapi anak tunggal dan akan menangisi Dia dengan pedih seperti orang menangisi anak sulung”(Zak 12:10) Nubuatan ini telah digenapi dan terus akan digenapi sampai pada akhirnya semua orang Yahudi menerima Yeshua Hamasiah sebagai Tuhan dan Juruselamat mereka. Dan dengan demikian seluruh bangsa Israel akan diselamatkan.(Rm 12:26)

Sumber: https://ccnehemia.wordpress.com/category/kristology/